Ditinggalkan atau meninggalkan
Banyak orang yg bilang bahwa kemungkinan dalam kehidupan di dunia ini ada 2 kemungkinan. Kalau bukan ditinggalkan pasti akan ditinggalkan. Ya, itu adalah kemungkinan yang pasti akan terjadi entah kapan waktunya.
Apakah kalian pernah terbayang akan kehilangan sosok yang selalu menjadi sandaran ? Sosok yang selalu penuh dengan kasih sayang dan perhatiannya. Sosok yang selalu menatap dengan lembut dan penuh cinta.
Yaa..kehilangan sosok cinta pertama bagi seorang anak perempuan bukanlah hal yang mudah. Dan akupun demikian, aku merasakan jika dunia ku hancur seketika itu juga. Aku merasakan bahwa untuk apa aku hidup tanpa ada beliau yg selalu menjagaku ?
Sebagian banyak orang akan berfikir bahwa aku adalah anak manja. Ya, diusia ku yg menginjak 23 taun ini aku bisa dibilang cukup manja dengan kedua orangtuaku. Bukan karena aku tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan financialku, tp aku belum mampu memupuk mental ku menghadapi kehidupan ini.
Ayah, bagiku sosok ayah adalah sesosok lakilaki yang sangat aku cintai. Sosok lakilaki yang mampu menggetarkan dunia ku. Sosok lakilaki yang mampu membuatku rapuh karena kehilangannya.
Oh Tuhaannnn... Bisakah Engkau kembalian ayah kepada ku walau sebentar saja ?
Aku ingin memeluknya, aku ingin mengadu kepadanya tentang kehidupanku setelah kepergiannya.
Dulu, aku sering berfikir bagaimana perasaan teman*ku yang ditinggal ayahnya. Dan sekarang, aku merasakannya. Merasakan rasa yang begitu menyesakkan dada. merasakan rasa rindu yang tidak terbalaskan.
Aku selalu tersenyum didepan orang lain, dengan harapan bahwa mereka tidak akan pernah tau dengan kesedihanku. Tuhaann... Apakah aku egois jika aku tidak ingin orang lain tau tentang kesedihanku ? Aku hanya tidak ingin membebani mereka dengan kesedihanku. Aku hanya ingin melihat mereka tau bahwa aku baikbaik saja.
Bahkan banyak temanku yg bilang, bagaimana caranya aku menghadapi hidupku setelah kepergian beliau.
Awalnya aku hanya tersenyum miris. Krn jujur sampai sekarangpun aku masih merasakan ksedihan yang mendalam. Tapi aku bisa apa ? Semua tidak akan kembali seperti dulu.
Tuhaan... Bantu aku agar aku bisa menjalani semuanya dengan mudah. Bantu aku agar aku bisa berdiri dengan kedua kakiku. Bantu aku agar aku bisa membahagiakan semua orang yang aku sayangi.
Tuhan, aku mulai sadar. Bahwa apa yang ada di dunia ini hanyalah titipan dari Mu yang bisa Kau ambil kapanpun Kau mau.
Aku mengikhlaskannya. Jagalah Beliau disisi Mu. Aku akan memulai hidupku dengan penuh kebahagiaan tanpa melupakan Beliau dihatiku..
Dan untuk ayah, terimakasih karena telah menjadi ayah yang begitu sangat sempurna untuk hidupku.
Doaku, semoga kita dipertemukan dalam surgaNya. Aamiin
Apakah kalian pernah terbayang akan kehilangan sosok yang selalu menjadi sandaran ? Sosok yang selalu penuh dengan kasih sayang dan perhatiannya. Sosok yang selalu menatap dengan lembut dan penuh cinta.
Yaa..kehilangan sosok cinta pertama bagi seorang anak perempuan bukanlah hal yang mudah. Dan akupun demikian, aku merasakan jika dunia ku hancur seketika itu juga. Aku merasakan bahwa untuk apa aku hidup tanpa ada beliau yg selalu menjagaku ?
Sebagian banyak orang akan berfikir bahwa aku adalah anak manja. Ya, diusia ku yg menginjak 23 taun ini aku bisa dibilang cukup manja dengan kedua orangtuaku. Bukan karena aku tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan financialku, tp aku belum mampu memupuk mental ku menghadapi kehidupan ini.
Ayah, bagiku sosok ayah adalah sesosok lakilaki yang sangat aku cintai. Sosok lakilaki yang mampu menggetarkan dunia ku. Sosok lakilaki yang mampu membuatku rapuh karena kehilangannya.
Oh Tuhaannnn... Bisakah Engkau kembalian ayah kepada ku walau sebentar saja ?
Aku ingin memeluknya, aku ingin mengadu kepadanya tentang kehidupanku setelah kepergiannya.
Dulu, aku sering berfikir bagaimana perasaan teman*ku yang ditinggal ayahnya. Dan sekarang, aku merasakannya. Merasakan rasa yang begitu menyesakkan dada. merasakan rasa rindu yang tidak terbalaskan.
Aku selalu tersenyum didepan orang lain, dengan harapan bahwa mereka tidak akan pernah tau dengan kesedihanku. Tuhaann... Apakah aku egois jika aku tidak ingin orang lain tau tentang kesedihanku ? Aku hanya tidak ingin membebani mereka dengan kesedihanku. Aku hanya ingin melihat mereka tau bahwa aku baikbaik saja.
Bahkan banyak temanku yg bilang, bagaimana caranya aku menghadapi hidupku setelah kepergian beliau.
Awalnya aku hanya tersenyum miris. Krn jujur sampai sekarangpun aku masih merasakan ksedihan yang mendalam. Tapi aku bisa apa ? Semua tidak akan kembali seperti dulu.
Tuhaan... Bantu aku agar aku bisa menjalani semuanya dengan mudah. Bantu aku agar aku bisa berdiri dengan kedua kakiku. Bantu aku agar aku bisa membahagiakan semua orang yang aku sayangi.
Tuhan, aku mulai sadar. Bahwa apa yang ada di dunia ini hanyalah titipan dari Mu yang bisa Kau ambil kapanpun Kau mau.
Aku mengikhlaskannya. Jagalah Beliau disisi Mu. Aku akan memulai hidupku dengan penuh kebahagiaan tanpa melupakan Beliau dihatiku..
Dan untuk ayah, terimakasih karena telah menjadi ayah yang begitu sangat sempurna untuk hidupku.
Doaku, semoga kita dipertemukan dalam surgaNya. Aamiin
Komentar
Posting Komentar